Desain Dan Struktur Organisasi
Pengertian Struktur dan Desain Organisasi
Struktur
adalah cara sesuatu disusun atau dibangun organisasi yang merupakan suatu wadah
berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan. Struktur
Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi
yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai
tujuan.Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi,
dikelompok- kan, dan dikoordinasikan secara formal.Struktur organisasi ialah
susunan pembagian tugas secara formal yang ada dalam sebuah organisasi.
Selain
memiliki struktur, organisasi juga memiliki desain organisasi.
desain
organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai proses penentuan
keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan,
dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau tindakan-tindakan yang dipilih
ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi.
Keputusan
Manajerial dan Tiga Dimensi Struktur Organisasi
a.
Keputusan Manajerial
Pengambilan
keputusan (decision making) adalah proses identifikasi masalah dan kesempatan
kemudian memecahkannya. Pengambilan keputusan yang baik merupakan bagian vital
dari maanjemen yang baik, karena keputusan-keputusan yang menentukan bagaimana
suatu cara organisasi menyelesaikan masalah, mengalokasikan sumber daya dan
meraih sasaran.
4 keputusan
manajerial sebagai pembentuk struktur organisasi meliputi :
1. Pembagian
kerja, menyangkut kadar dari spesialisasi pekerjaan. Para manager membagi
seluruh tugas organisasi menjadi pekerjaan-pekerjaan khusus yang tersusun dari
aktivitas-aktivitas khusus. Secara ringkas dapat dinyatakan bahwa pembagian kerja akan
mempengaruhi tingkat prestasi organisasi melalui minimisasi ketergantungan pada
individu-individu tertentu atau perpindahan yang percuma komponen-komponen
pekerjaan besar. Disamping itu, pembagian kerja (spesialisasi) mengandung
konsekuensi- konsekuensi pada perilaku para karyawan, seperti menurunkan
keterlibatan dan kepuasan kerja karyawan, menimbulkan kebosanan karena
pekerjaan menjadi monoton, mengakibatkan tingkat keterkaitan karyawan lebih
rendah dan kehilangan motivasi yng mengarah kepada ketidakefisienan.
Contoh
: Seorang Account Representative pada Kantor Pajak yang memiliki pekerjaan
khusus seperti pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan, melaksanakan
bimbingan dan melaksanakan himbauan kepada Wajib Pajak (WP).Pendelegasian
Kewenangan. Proses pembagian kewenangan dari atas ke bawah dalam organisasi.
2. Pendelegasian
kewenangan (delegation of authority) mengacu secara khusus pada kewenangan
pengambilan keputusan, bukan melakukan pekerjaan. Pendelegasian kewenangan
memiliki efek positif pada pengembangan manager professional, dan membawa iklim
persaingan dalam organisasi.
3. Pembagian
Departemen. Cara organisasi dibagi secara structural. Pembagian departemen ini
dapat dikelompokkan menjadi pembagian departemen berdasarkan fungsinya
(functional departementalization), berdasarkan wilayah (geographic
departementalization), berdasarkan produk (product departementalization),
berdasarkan pelanggan (customer departementalization).
Departementasi yang lebih khusus, secara ringkas dapat
dijelaskan sebagai berikut:
1. Waktu dapat dibagi
menjadi shift pertama, shift kedua, dan shift ketiga.
2. Pelayanan (Service) yang
mencerminkan kelas pertama, kelas kedua, dan kelas turis dalam suatu
kapal pesiar.
3. Langganan dapat terdiri dari
departemen penjualan industri, pedagang eceran, pemerintah, militer dan
konsumen akhir.
4. Peralatan dapat diperinci, misal
didalam kelompok produksi, menjadi Departemen pemotongan, perakitan dan
pembungkusan.
5. Urutan angka (alpha-numerical)
dapat digunakan dalam pelayanantelephone dimana nomor-nomor 0000-5000 ditempatkan
dalam satu Departemen dan nomor-nomor 5001-9999 dalam Departemen lain.
Semakin besar dan kompleks suatu organisasi, akan
sangat logis bila digunankan tipe Departementasi organisasi kombinasi berbagai
tipe diatas, yang dikenal segabai desain organisasi campuran (hybird
design) atau sering juga disebut mixed departementation. Sebagai
contoh, suatu perusahaan industri besar mungkin diorganisasi menurut wilayah
pada tingkat horizontal pertama, dan tingkatan-tingkatan selanjutnya
diorganisasi atas dasar produk, fungsi, peralatan dan waktu.
Departementasi fungsional. Pendekatan fungsional
untuk mengelompokan kegiatan-kegiatan organisasi ini mungkin merupakan tie
Departementasi yang paling umum dan luas digunakan dalam merancang struktur
organisasi. Departementasi fungsional dapat dijumpai dalam semua tipe
organisasi. Sebagai contoh, dalam suatu organisasi Manufacturing, fungsi-fungsi
vital yang memungkinkan perusahaan beroperasi dan menjaga kelangsungan
hidupnya.
Kebaikan utama Departementasi fungsional adalah
berkaitan denan aspek-aspek positif spesialisasi . secara teoritis,
fungsionalisme akan mengingkatkan efisiensi dan memungkinkan pemanfaatan karyawan
dan peralatan paling ekonomis.
Departementasi produk. Dengan berkembangnya
organisasi formal departemetasi fungsional menjadi semkain sulit dan tidak
praktis lagi. Dalam hal ini, manajemen dapat membentukdivisi-divisi setengah
otonom, yang masing-masing dirancang, memproduksi dan memasarkan sendiri
produk-produknya. Setiap produk atau lini produk dikelola oleh seorang manajer
yang bertanggung jawab kepada direktur organisasi.
Departementasi wilayah. Bila organisasi beroperasi
diwilayah-wilayah yang tersebar, maka Departementasi atas dasar wilayah akan
diperlukan. Kegiatan pemasaran yang beroperasi dibanyak daerah dalam suatu
negara sering dibagi menjadi kelompok-kelompok wilayah dengan manajer pemasaran
tersendiri (Area Manajer) untuk setiap lokasi.
Tipe organisasi divisional ini mempunyai berbagai
kebaikan dan kelemahan. Kebaikan-kebaikan antara lain: pengambilan keputusan
lebih cepat dan dengan kemungkinan kualitas lebih baik, koordinasi tugas lebih
mudah dilaksanakan, karena ada pemusatan kegiatan, beban manajemen pusat
menjadi lebih ringan, karena ada pendelegasian wewenang; dan pertanggung
jawaban lebih jelas. Sedangkan kelemahan-kelemahanya antara lain: kepentingan
seluruh organisasi kurang diperhatikan, karena kepentingan terpusat pada ukuran
prestasi divisi; meningkatkan biaya operasional organisasi, karena cenderung
terjadinya kelebihan staff, duplikasi sumber daya dan peralatan; dan mem
persulit alokasi sumber daya dan konsistensi kebijaksanaan.
4. Rentang
Kendali adalah jumlah bawahan yang melapor kepada atasan. rentang ini merupakan
satu faktor yang mempengaruhi bentuk dan tinggi suatu struktur organisasi.
b. Tiga
Dimensi Struktur Organisasi
1.KOMPLEKSITAS
Kompleksitas
adalah Kompleksitas merujuk pada
tingkatan diferensiasi yang ada di dalam sebuah organisasi. , mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang
ada dalam organisasi termasuk di dalamnya tingkat
spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki
organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara
geografis.
3 BENTUK DIFERENSIASI :
Diferensiasi Horisontal, merujuk pada tingkat
diferensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya, sifat dari
tugas yang mereka laksanakan dan tingkat pendidikan dan pelatihannya. Semakin
banyak jenis pekerjaan yang ada dalam organisasi yang membutuhkan pengetahuan
dan keterampilan yang istimewa, semakin kompleks pula organisasi tersebut.
Diferensiasi Vertikal, merujuk pada kedalaman
struktur. Makin banyak tingkatan yang terdapat diantara top management dan
tingkat hirarki yang paling rendah, makin besar pula terjadinya distorsi dalam
komunikasi dan makin sulit mengkoordinasi pengambilan keputusan dari pegawai manajerial,
serta makin sukar bagi top manajer untuk mengawasi kegiatan bawahannya.
Diferensiasi Spasial, merujuk pada tingkat sejauh
mana lokasi kantor, pabrik dan personalia sebuah organisasi tersebar secara
geografis. Diferensiasi dapat dilihat sebagai perluasan dari dimensi horizontal
dan vertical, artinya adalah mungkin untuk memisahkan tugas dan pusat kekuasaan
secara geografis. Pemisahan ini mencakup penyebaran jumlah dan jarak.
2.FORMALISASI
Formalisasi
yaitu sejauhmana organisasi
menyandarkan dirinya padaperaturan dan prosedur untuk mengatur perilaku
dari para pegawainya.Formalisasi merujuk pada tingkat sejauh mana pekejaan dalam organisasi itu
distandarisasikan. Jika sebuah pekerjaan sangat diformalisasikan maka pemegang
pekerjaan itu hanya mempunyai sedikit kebebasan mengenai apa yang harus
dikerjakan, bilamana mengerjakannya dan bagaimana harus melakukannya.Dengan
demikian formalisasi adalah suatu ukuran tentang standarisasi. Formalisasi akan diukur dengan
menentukan apakah organisasi tersebut mempunyai manual mengenai kebijakan dan
prosedur, menilai jumlah keistimewaan peraturannya, melihat kembali uraian
pekerjaan untuk melihat tingkat kerumitan. Jika kita berbicara mengenai
formalisasi maka kita merujuk pada peraturan tertulis organisasi.
3.SENTRALISASI VS DESENTRALISASI
Sentralisasi, merujuk kepada
tingkat dimana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik tunggal
di dalam organisasi. Konsentrasi yang tinggi menyatakan adanya sentralisasi
yang tinggi, sedangkan konsentrasi yang rendah menunjukkan sentralisasi yang
rendah atau yang disebut Desentralisasi. Dalam Sentralisasi harus
memperhatikan Sentralisasi hanya memperhatikan struktur formal
dan bukan dengan organisasi informal.
Hambatan sentralisasi :
— Hanya memperhatikan struktur
formal.
— Memperhatikan kebebasan dalam
pengambilan keputusan.
— Konsentrasi pada seseorang,
unit atau tingkat.
— Kontrol dari top manajemen,
tetapi keputusan tetap terletak pada anggota tingkat rendah.
Keuntungan desentralisasi :
— setiap manajer mempunyai
keterbatasan terhadap jumlah informasi
— Dapat menanggapi perubahan
dengan cepat.
— Memberi masukan lebih rinci
bagi pengambil keputusan.
— Memotivasi pegawai untuk memberi
kesempatan dlm pengambilan keputusan.
— Memberi peluang pelatihan bagi
manajer tingkat rendah.
Keuntungan sentralisasi :
— Keputusan komprehensif yang
akan diambil.
— Penghematan dan lebih efektif
Dimensi
Struktur
Tinjauan
mengenai struktur organisasi biasanya cukup memadai dengan menggunakan tiga
parameter yang telah di jelaskan di atas. Sebagian besar telah di bahas pada
bagian dua yaitu kompleksitas, formalitas, dan sentralitas.
- Berbagai Fungsi Yang Melekat Pada
Struktur Organisasi
Pengembangan struktur organisasi formal bersangkutan
juga dengan penyusunan hubungan-hubungan yang terjadi dalam struktur.
Hubungan-hubungan sebagai fungsi-fungsi struktural yang terjadi secara garis
besar dapat diperinci sebagai berikut :
1. Wewenang. Arti wewenang
(Authority) adalah hak melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk
melakukan sesuatu.
2. Kekuasaan. Kekuasaan (Power)
sering dicampur adukan dengan wewenang. Walaupun kekuasaan dan wewenang sering
ditemui bersama, tetapi keduanya berbeda. Bila wewenang adalah hak untuk
melakukan sesuatu, kekuasaan adalah untuk melakukan hal tersebut.
3. Tanggung jawab. Tanggung jawab
(Responsibility) adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu. Dalam organisasi,
tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan tugas untuk fungsi
organisasi.
4. Akuntabilitas. Tidak seperti
tanggung jawab, Akuntabilitas (Account-Ability) adalah faktor diluar individu
dan perasaan pribadinya. Bila seseorang manajer menghendaki pertanggungjawaban
untuk suatu kegiatan yang dilakukan bawahan dapat dinyatakan akuntabilitas
terjadi.
5. Komunikasi dalam Organisasi.
Dalam organisasi formal, arus informasi mengalir secara khusus. Struktur
organisasi diharapkan dapat menjadi alat utama bagi komunikasi formal ini.
Komunikasi seperti pemberian perintah, permintaan akan suatu informasi, dan
penerangan tentang keputusan manajemen sering mengalir dari atas ke bawah
melalui tingkatan Organisasi.
6. Hubungan Lini dan Staff. Masih
berhubungan dengan konsep wewenang dikenal apa yang disebut Hubungan Lini Dan
Staff. Keduanya ini merupakan pendekatan yang berbeda untuk menentukan
Deskripsi wewenang dalam Organisasi.
7. Rentang Kendali. Yang dimaksud
rentang kendali atau pengawasan (Span Of Control) adalah beberapa orang jumlah
bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau
atasan. Rentang Kendali sering disebut dengan istilah-istilah span
of supervision, span of authority, span of management dan span of
attention.
8. Sentrailisasi
dan desentralisasi. Bila wewenang didelegasikan atau dilimpahkan meluas dalam
suatu organisasi, desentralisasi wewenang terjadi.
9. Rantai
wewenang scalar. Karena keseluruhan kegiatan organisasi dibagi-bagi dan
dikelompokan atas dasar fungsi, produk, wilayah dan sebagainya, dan karena
adanya saling ketergantungan diantaranya, maka kegiatan-kegiatan tersebut harus
diintegrasikan.
10. Kesatuan perintah. Satu aspek dasar struktur organisasi lainya (implicit
dalam rantai scalar) adalah “satu orang, satu atasan”. Ini berarti bahwa
seseorang bawahan hendaknya hanya menerima instruksi dari sumber tunggal.
Kesatuan perintah terutama dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi.
11.
Ukuran, yaitu jumlah anggota dalam organisasi
12.
Komponen administratif, yaitu presentase total jumlah anggota yang menjalankan
tanggung jawab administratif.
13.
Spesialisasi, yaitu jumlah kekhususan yang dilakukan dalam anggota.
14.
Standarisasi, yaitu adanya prosedur prosedur untuk mengatur peristiwa atau
aktivitas yang bersifat berulang atau regular.
15.
Formalisasi, yaitu sejauh mana aturan, prosedur, aturan dilakukan secara
tertulis.
16.
Sentralisasi, Konsentrasi wewenang pengambilan keputusan.
17.
kompleksitas, jumlah diferensiasi vertikal, jumlah unit atau departeman.
18.
Integrasi, kualitas kerja sama antara unit unit yang dibutuhkan untuk
menyatukan tujuan, atau rencana rencana dan umpan balik yang digunakan untuk
mengkoordinasi unit unit.
19.
diferensiasi, jumlah fungsi fungsi khusus yang di jalankan dalam organisasi,
atau perbedaan dalam orientasi kognitif dan emosional antara pada manager dari
departeman yang berbeda.
Model
Desain Organisasi
Model desain
organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang
menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di
antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang
menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda
dalam suatu organisasi. Desain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja,
standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputusan
dan besaran satuan kerja.
1. Desain Organisasi
Mekanistik.
·
Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang
keyakinan dan kepercayaan.
·
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa aman
dan ekonomi melalui perasaan takut dan sanksi.
·
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga
informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
·
Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya
sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
·
Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas,
keputusan Relatif.
·
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingkat puncak
original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
·
Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya
memperhalus kesalahan.
2.
Desain Organisasi Orgranik.
·
Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang
keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
·
Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui
metode Partisipasi.
·
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga
informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah
dan kesamping.
·
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai
atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
·
Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua
tingkatan melalui proses kelompok.
·
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya
partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
·
Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan
menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
0 comments:
Post a Comment