Monday, December 18, 2017

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

TOOLS AUDIT OPEN SOURCE (TUGAS SOFTSKILL 2)


Audit adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.

Untuk memudahkan kita mengetahui isi hardware dan software suatu laptop/komputer, dapat menggunakan bantuan suatu software freeware portabel yang kecil ukurannya. Software ini bernama FREE PC AUDIT. Portabel freeware ini berfungsi untuk mengetahui isi laptop/komputer.

Cara penggunaanya sangat mudah :
1. Download FREE PC AUDIT v 3.5
2. Langsung jalankan (doubel klik) file freepcaudit.exe
3. Tunggu sebentar, Free PC Audit akan menginventaris hardware, software dan semua proses yang  sedang jalan dalam komputer.
4. Hasil invetaris oleh Free PC Audit bisa langsung di lihat dan bisa disimpan dalam format teks.

Hasil :

1. System












2. System 








3. Software












4. Processes












Wednesday, November 1, 2017

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

Audit Teknologi Sistem Informasi

A.    Pengertian Audit Sistem Informasi Menurut Para Ahli – Kata audit sudah umum dikenal di dunia perekonomian. Pada awalnya kata audit ini identik dengan pemeriksaan keuangan dilingkungan perbankan. Terdapat definisi para ahli tentang audit diantaranya adalah:

1.      Alvin A. Arens dan James K.Loebbecke
“Auditing is the accumolatuin and evaluation of evidence about information to dtermine and report on the degree of correspondence between the information and establishe criteria. Examining ought to be finished by a skillful autonomous individual”.
Mengacu pada definisi diatas maka audit ialah pengumpulan dan evaluasi terhadap bukti untuk menentukan derajat kesesuaian anatar informasi dan criteria yang telah ditetapkan. Hal ini berarti dalam pelaksanannya evaluasi dilakukan mengacu pada sejumlah criteria tertentu untuk menentukan derajat kinerja yang telah dicapai.
2.      Ron Weber (1999)
“SI Auditing is the process of collecing and evaluating evidence to determine whether a computer system safeguards assets, maintains data integrity, allows organizational goals to the achieved effectively and uses resources efficiently”.
Seperti halnya didefiniskan diatas bahwa audit SI ialah proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta untuk memutuskan apakah sistem komputer yang merupakan aset bagi perusahaan terlindungi, integritas data terpelihara, sesuai dengan tujuan organisasi untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.
B.   Tujuan Audit Sistem Informasi
Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber (1999:11-13) secara garis besar terbagi menjadi empat tahap, yaitu:

a. Pengamanan Aset
Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian intern yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan. Dengan demikian sistem pengamanan aset merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

b. Menjaga integritas data
Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem inforamasi. Data memeiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, keberanaran, dan keakuratan. Jika integritas data tidak terpalihara, maka suatu perusahaan tidak akan lagi memilki hasil atau laporan yang beanr bahkan perusahaan dapat menderita kerugian

c. Efektifitas Sistem
Efektifitas sistem informasi perusahaan melikiki peranan pentigndalam proses pemgambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user

d. Efisiensi Sistem
Efisiensi menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memilki kapasitas yang memadai atau harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal.

e. Ekonomis
Ekonomis mencerminkan kalkulasi untuk rugi ekonomi (cost/benefit) yang lebih bersifat kuantifikasi nilai moneter (uang). Efisiensi berarti sumber daya minimum untuk mencapai hasil maksimal. Sedangkan ekonomis lebih bersifat pertimbangan ekonomi.
C.   Standard Audit Sistem Informasi

Standar Audit Sistem Informasi (SASI) IASII diresmikan oleh Rapat Anggota IASII Tahun 2006 pada tanggal 25 Februari 2006 pukul 11.00 WIB bertempat di Jakarta. SASI IASII berlaku bagi seluruh Anggota IASII (sesuai AD/ART IASII) yang melaksanakan kegiatan Audit Sistem Informasi. Standar ini mulai berlaku efektif sejak tanggal 01 Januari 2007 dan dapat diterapkan sebelum tanggal tersebut.


S-1          Penugasan Audit
S-1.1       Tanggung Jawab, Wewenang dan Akuntabilitas
Tanggung jawab, wewenang, dan akuntabilitas dari auditor sistem informasi harus dinyatakan dengan jelas secara formal dan tertulis dalam piagam atau surat tugas audit sistem informasi serta disetujui secara bersama oleh auditor sistem informasi dan pemberi tugas.


S-2          Independensi & Obyektifitas
S-2.1       Independensi
Dalam berbagai hal yang berkaitan dengan audit sistem informasi, auditor sistem informasi harus menjaga independensinya, baik secara faktual maupun penampilan, dari organisasi atau hal yang diaudit.


S-2.2       Obyektifitas
Auditor sistem informasi harus menjaga obyektifitasnya dalam merencanakan, melaksanakan dan melaporkan audit sistem informasi.



S-3          Profesionalisme & Kompetensi
S-3.1       Profesionalisme
Auditor sistem informasi harus memenuhi berbagai standar audit yang berlaku serta menerapkan kecermatan dan ketrampilan profesionalnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan audit sistem informasi.


S-3.2       Kompetensi
Auditor sistem informasi, secara kolektif, harus memiliki atau memperoleh pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan audit sistem informasi.


S-3.3       Pendidikan Profesi Berkelanjutan
Auditor sistem informasi harus meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan audit sistem informasi melalui pendidikan profesi berkelanjutan.


S-4          Perencanaan
S-4.1       Perencanaan Audit
Auditor sistem informasi harus merencanakan audit sistem informasi dengan baik agar dapat mencapai tujuan audit serta memenuhi standar audit yang berlaku.


S-5          Pelaksanaan
S-5.1       Pengawasan
Staf audit sistem informasi harus disupervisi dengan baik untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan audit sistem informasi dapat tercapai dan standar audit yang berlaku dapat dipenuhi.


S-5.2       Bukti-bukti Audit
Dalam melaksanakan audit sistem informasi, auditor sistem informasi harus memperoleh bukti-bukti audit yang cukup, dapat diandalkan dan bermanfaat untuk mencapai tujuan audit sistem informasi secara efektif. Temuan dan kesimpulan audit sistem informasi harus didukung oleh analisis dan interpretasi yang memadai atas bukti-bukti audit tersebut.


S-5.3       Kertas Kerja Audit
Dalam melaksanakan audit sistem informasi, auditor sistem informasi harus mendokumentasikan secara sistematis seluruh bukti-bukti audit yang diperoleh serta analisis yang dilakukannya.


S-6          Pelaporan
S-6.1       Laporan Audit
Setelah menyelesaikan pelaksanaan audit sistem informasi, auditor sistem informasi harus memberikan suatu laporan audit sistem informasi dalam bentuk yang memadai kepada pihak-pihak yang berhak menerima. Laporan audit sistem informasi harus menyatakan lingkup, tujuan, sifat penugasan, temuan, kesimpulan, rekomendasi, indentitas organisasi, penerima dan batasan distribusi laporan, serta batasan atau pengecualian yang berkaitan dengan pelaksanaan audit sistem informasi.


S-7          Tindak Lanjut
S-7.1       Pemantauan Tindak Lanjut
Auditor sistem informasi harus meminta dan mengevaluasi informasi yang dipandang perlu sehubungan dengan temuan, kesimpulan dan rekomendasi audit yang terkait dari audit sebelumnya untuk menentukan apakah tindak lanjut yang layak telah dilaksanakan dengan tepat waktu.

D.   Contoh Studi Kasus Audit Sistem Informasi
Jakarta (ANTARA News) – Sekitar 400 juta yen (Rp.44 miliar) deposito di enam bank di Jepang telah ditarik oleh kartu-kartu ATM palsu setelah informasi pribadi nasabah dibocorkan oleh sebuah perusahaan sejak Desember 2006, demikian harian Yomiuri Shimbun dalam edisi onlinenya, Rabu.
Bank-bank yang kini sedang disidik polisi adalah Bank Chugoku yang berbasis di Okayama, North Pasific Bank, Bank Chiba Kogyo, Bank Yachiyo, Bank Oita, dan Bank Kiyo. Polisi menduga para tersangka kriminal itu menggunakan teknik pemalsuan baru untuk membuat kartu ATM tiruan yang dipakai dalam tindak kriminal itu. Pihak Kepolisian Metropolitan Tokyo meyakini kasus pemalsuan ATM ini sebagai ulah komplotan pemalsu ATM yang besar sehingga pihaknya berencana membentuk gugus tugas penyelidikan bersama dengan satuan polisi lainnya.
Berdasarkan sumber kepolisian dan bank-bank yang dibobol, sekitar 141 juta yen tabungan para nasabah telah ditarik dari 186 nomor rekening di North Pasific Bank antara 17–23 Oktober 2007. Para nasabah bank-bank itu sempat mengeluhkan adanya penarikan-penarikan dana dari rekening mereka tanpa sepengetahuan mereka. Kejadian serupa ditemukan di bank Chugoku dan Bank Chiba. Dalam semua perkara itu, dana tunai telah ditarik dari gerai-gerai ATM di Tokyo dan Daerah Administratif Khusus Osaka, yang letaknya jauh dari tempat para pemilik rekening yang dibobol. Polisi yakin peristiwa serupa menimpa bank-bank lainnya.
Uniknya, tidak satu pun dari para pemilik rekening itu kehilangan kartu ATM-nya. Dalam kasus Bank Oita misalnya, salah satu kartu ATM telah digunakan untuk menarik dana meskipun pemilik rekening tidak memiliki kartu ATM. Para pemilik rekening juga diketahui tinggal di tempat yang berbeda-beda dan tidak menggunakan kartu-kartu ATM yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa teknik “skimming” atau “pembacaan sepintas” tidak digunakan untuk mengakses informasi dalam ATM.
Sampai berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki teknik dan metode yang pelaku gunakan dalam melakukan serangkaian pembobolan ATM tersebut. Namun, polisi telah berhasil menemukan satu benang merah, yaitu dimana sebagian besar pemilik rekening yang dibobol itu adalah anggota satu program yang dijalankan olah sebuah perusahaan penjual produk makanan kesehatan yang berbasis di Tokyo.



Analisa Kasus:

Dari rangkuman berita diatas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain:
·         Pembobolan dana rekening tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh orang dalam perusahaan atau orang dalam perbankan dan dilakukan lebih dari satu orang.
·         Karena tidak semua pemilik rekening memiliki hubungan dengan perusahaan tersebut, ada kemungkinan pembocoran informasi itu tidak dilakukan oleh satu perusahaan saja, mengingat jumlah dana yang dibobol sangat besar.
·         Modusnya mungkin penipuan berkedok program yang menawarkan keanggotaan. Korban, yang tergoda mendaftar menjadi anggota, secara tidak sadar mungkin telah mencantumkan informasi-informasi yang seharusnya bersifat rahasia.
·         Pelaku kemungkinan memanfaatkan kelemahan sistem keamanan kartu ATM yang hanya dilindungi oleh PIN.
·         Pelaku juga kemungkinan besar menguasai pengetahuan tentang sistem jaringan perbankan. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan teknik yang masih belum diketahui dan hampir bisa dapat dipastikan belum pernah digunakan sebelumnya.
·         Dari rangkuman berita diatas, disebutkan bahwa para pemilik yang uangnya hilang telah melakukan keluhan sebelumnya terhadap pihak bank. Hal ini dapat diartikan bahwa lamanya bank dalam merespon keluhan-keluhan tersebut juga dapat menjadi salah satu sebab mengapa kasus ini menjadi begitu besar.

Dari segi sistem keamanan kartu ATM itu sendiri, terdapat 2 kelemahan, yaitu:

      1.      Kelemahan pada mekanisme pengamanan fisik kartu ATM.
Kartu ATM yang banyak digunakan selama ini adalah model kartu ATM berbasis pita magnet. Kelemahan utama kartu jenis ini terdapat pada pita magnetnya. Kartu jenis ini sangat mudah terbaca pada perangkat pembaca pita magnet (skimmer).

      2.      Kelemahan pada mekanisme pengamanan data di dalam sistem.
Sistem pengamanan pada kartu ATM yang banyak digunakan saat ini adalah dengan penggunaan PIN (Personal Identification Number) dan telah dilengkapi dengan prosedur yang membatasi kesalahan dalam memasukkan PIN sebanyak 3 kali yang dimaksudkan untuk menghindari brute force. Meskipun dapat dikatakan cukup aman dari brute force, mekanisme pengaman ini akan tidak berfungsi jika pelaku telah mengetahui PIN korbannya.


Saran:
·         Melakukan perbaikan atau perubahan sistem keamanan untuk kartu ATM. Dengan penggunaan kartu ATM berbasis chip misalnya, yang dirasa lebih aman dari skimming. Atau dengan penggunaan sistem keamanan lainnya yang tidak bersifat PIN, seperti pengamanan dengan sidik jari, scan retina, atau dengan penerapan tanda tangan digital misalnya.

·    Karena pembobolan ini sebagiannya juga disebabkan oleh kelengahan pemilik rekening, ada baiknya jika setiap bank yang mengeluarkan kartu ATM memberikan edukasi kepada para nasabahnya tentang tata cara penggunaan kartu ATM dan bagaimana cara untuk menjaga keamanannya.


Sumber :
·         Ikatan Akuntan Publik. 2001. Standar Profesional Akuntan Publik. Salemba Empat: Jakarta.
·         Ron Weber .1999. Information System Control and Audit. Prentice-Hall, Inc: New Jersey.
·         Antonius Wahyu. Slide MK Audit Sistem Informasi.STIMIK MDP
·         Enny. Workhsop Audit SI. Tahapan Audit & Pengendalian Teknik Audit Berbantuan Komputer





Sunday, March 12, 2017

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Desain dan Manajemen Jaringan Komputer

Minggu, 12 Maret 2017

IP Address Internet Protocol Address merupakan singkatan dari IP address. Pengertian IP address adalah suatu identitas numerik yang dilabelkan kepada suatu alat seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi.

Saya akan memberi contoh cara mencari IP menggunakan cmd disini saya menggunakan web baak.gunadarma.ac.id, buka cmd > lalu ketikkan ping (alamat web) > enter. 
Lalu akan muncul ip address nya dan dibawah sudah keluar ip nya yaitu 202.125.94.67





Respone Time adalah Waktu Tanggap ( Response Time) adalah waktu tanggap yg diberikan oleh antar muka/interface ketika user merequest/ mengirim permintaaan ke komputer. Secara umum, pengguna menginginkan bahwa program aplikasinya dapat memberikan waktu tanggap yang sependek – pendeknya. Tetapi waktu tanggap yang baik memang tidak dapat ditentukan, karena ada beberapa aspek yang mempengaruhi, antara lain yakni ragam interaksi yang diinginkan dan kefasihan pengguna dalam menjalankan program aplikasi tersebut. Selain itu, watu tanggap yang berbeda – beda dapat mempengaruhi konsentrasi pengguna yang pada gilirannya aka mempengaruhi kinerja pengguna.

Contoh dibawah ini pada web baak.gunadarma.ac.id



Traffic adalah jumlah banyaknya kunjungan pada suatu website. Sangatlah signifikan dampaknya mendatangkan pengunjung ke sebuah website karena hal inilah tujuan website dibuat. Mengecek traffic baak.gunadarma.ac.id menggunakan http://www.statshow.com/ 
dan terlihat dibawah traffic pengunjung dari waktu waktu ada peningkatan dan penurunan pengunjung.






Cek Koneksi internet dengan menggunakan http://beta.speedtest.net/ seperti contoh dibawah ini.



Thursday, January 12, 2017

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Tugas 3 Softskill Pengantar Teknologi Sistem Cerdas # Metode dalam AI

Ahmad hasbi ash shidiqy 10114563
Irnam Yazid 15114466
Rajif Ihwanudin 18114843
Tri Nugroho 1A114840


BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Definisi Kecerdasan Buatan :
“ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas” (H. A. Simon [1987] )
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.” (Rich and Knight [1991])
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan” (Encyclopedia Britannica)
Metoda-metodanya meliputi:
Sistem pakar: menerapkan kapabilitas pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Sebuah sistem pakar  dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi tersebut.
Kecerdasan komputasional melibatkan pengembangan atau pembelajaran iteratif (misalnya penalaan parameter seperti dalam sistem koneksionis. Pembelajaran ini berdasarkan pada data empiris dan diasosiasikan dengan AI non-simbolis, AI yang tak teratur dan perhitungan lunak.
Kecerdasan Buatan dikelompokkan menjadi 4 macam, yaitu :

•    Systems that think like humans.
•    Systems that act like humans.
•    Systems that think rationally.
•    Systems that act rationally.

Jenis kecerdasan buatan yang sering kita temui, yaitu:
Jaringan Syaraf Buatan (Artificial Neural Networks), Merupakan sekelompok jaringan saraf (neuron) buatan yang menggunakan model matematis atau komputasi untuk pemrosesan informasi berdasarkan pendekatan terhubung pada komputasi. Pada kebanyakan kasus, JST merupakan sistem adaptif yang merubah strukturnya berdasarkan informasi eksternal maupun internal yang mengalir melalui jaringan tersebut.

Detail Kecerdasan Buatan :
•    Sudut Pandang Kecerdasan : Kecerdasan buatan mampu membuat mesin menjadi cerdas(berbuat seperti yang dilakukan manusia)
•    Sudut Pandang Penelitian : Kecerdasan buatan adalah studi bagaimana membuat computer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dilakukan manusia.
•    Sudut Pandang Bisnis : Kecerdasan buatan adalah kumpulan peralatan yang sangat powerful dan metodologis dalam menyelesaikan masalah bisnis.

BAB 2 PEMBAHASAN

FUZZY LOGIC
Logika Fuzzy (Fuzzy Logics), Logika fuzzy adalah salah satu komponen pembentuk soft computing. Logika fuzzy pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Lotfi A. Zadeh. Dasar logika fuzzy adalah teori himpunan fuzzy.
Logika Fuzzy memungkinkan nilai keanggotaan antara 0 dan 1, tingkat keabuan dan juga hitam dan putih, dan dalam bentuk linguistik, konsep tidak pasti seperti "sedikit", "lumayan", dan "sangat".
Logika fuzzy dan logika probabilitas secara matematis sama - keduanya mempunyai nilai kebenaran yang berkisar antara 0 dan 1 - namun secara konsep berbeda. Logika fuzzy berbicara mengenai "derajat kebenaran", sedangkan logika probabilitas mengenai "probabilitas, kecenderungan". Karena kedua hal itu berbeda, logika fuzzy dan logika probabilitas mempunyai contoh penerapan dalam dunia nyata yang berbeda.
    Penerapan Fuzzy Logic untuk keamanan dalam berkendara dengan mobil.
Dengan menggunakan fuzzy logic pada system control prosedur keamanan berkendara dengan mobil maka dapat diperoleh sebuah kenyamanan saat berkendara. Karena fuzzy logic mengontrol berbagai aspek tata cara berkendara yang benar dan tidak melanggar peraturan, seperti :
Mengukur jarak antara mobil kita dengan mobil di depan dan mobil di belakang, mengukur dan membatasi kecepatan mobil kita saat berkendara di jalan dalam kota dan jalan tol, mengatur kecepatan mobil dan presisi kendali mobil saat melewati sebuah tikungan (diperhitungkan tingkat kecuraman tikungan), pengaturan kecepatan mobil saat ingin menyalip mobil di depan, dan berbagai hal lainnya yang dapat memberikan kenyamanan serta rasa aman pada manusia dalam berkendara.

    Himpunan Fuzzy memiliki 2 atribut (Kusuma Dewi, 2003), yaitu:
1.    Linguistik, yaitu penamaan suatu grup yang mewakili suatu keadaan atau kondisi tertentu dengan menggunakan bahasa alami, speerti: MUDA, PAROBAYA, TUA
2.    Numeris, yaitu suatu nilai (angka) yang menunjukkan ukuran dari suatu variabel seperti: 40, 25, 50, dsb.

 Kelebihan dan Kekurangan Logika Fuzzy :

Kelebihan:

    Konsep logika fuzzy mudah dimengerti, konsep matematis yang mendasari penalaran fuzzy sangat sederhana dan mudah dimengerti
    Logika fuzzy sangat fleksibel
    Logika fuzzy memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat
    Logika fuzzy mampu memodelkan fungsi-fungsi non-linear yang sangat kompleks
    Logika fuzzy dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman-pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus melalui proses pelatihan
    Logika fuzzy dapat bekerja sama dengan teknik-teknik kendali secara konvensional
    Logika fuzzy didasarkan pada bahasa alami

Kekurangan:

    Pemilihan model fuzzy harus tepat. Model fuzzy terdiri dari beberapa model diantaranya ada model Mamdani dan Sugeno, serta masih banyak model lainnya. Setiap model memiliki kriterianya masing-masing, sehingga pemilihan model harus tepat agar cocok dalam menerapkan logika fuzzy tersebut
    Menentukan jumlah nilai linguistik. Tiap variable harus memiliki nilai linguistik, namun untuk menetapkan berapa jumlahnya terkadang hal tersebut sangat rumit untuk dilakukan, karena variable terdiri dari nilai-nilai yang kompleks
    Batas-batas nilai linguistik. Menentukan batasan nilai linguistik juga merupakan hal yang rumit, karena hal ini akan berpengaruh seberapa akurat logika fuzzy tersebut.
    Algoritma Genetik (Genetic Algorithms), Algoritma Genetik biasanya digunakan dibidang kedokteran, misal untuk menganalisis DNA.
Kelebihan Algoritma Genetika
Beberapa hal yang termasuk kelebihan dari Algoritma Genetika adalah sebagai berikut (Haupt dan Haupt, 2004):

    Mengoptimalkan dengan variabel kontinu atau diskrit,
    Tidak memerlukan informasi derivatif,
    Bersamaan pencarian dari sebuah sampling yang luas pada permukaan biaya,
    Berkaitan dengan sejumlah besar variabel,
    Baik untuk komputer paralel,
    Mengoptimalkan permukaan variabel dengan biaya yang sangat kompleks (GA bisa melompat dari minimum lokal),
    Memberikan daftar variabel yang optimal, bukan hanya solusi tunggal,
    Dapat menyandikan variabel sehingga optimasi dilakukan dengan mengkodekan variabel, dan
    Bekerja dengan data numerik yang dihasilkan, data eksperimen, atau analitis fungsi.

2. Metode pengujian Sistem Cerdas

Contoh jurnal  “Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Prioritas Produk Unggulan Daerah Menggunakan Metode Weighted Product (WP)”
METODA
MADM adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif paling optimal dari sejumlah
alternatif optimal dengan kriteria tertentu. Inti dari MADM adalah menentukan nilai bobot untuk
setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perangkingan yang akan menyeleksi alternatif
yang sudah diberikan.

Metode Weighted Product
Metode weighted product memerlukan proses normalisasi karena metode ini mengalikan hasil
penilaian setiap atribut. Hasil perkalian tersebut belum bermakna jika belum dibandingkan (dibagi)
dengan nilai standart. Bobot untuk atribut manfaat berfungsi sebagai pangkat positif dalam proses
perkalian, sementara bobot biaya berfungsi sebagai pangkat negative.
Metode weighted product menggunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating
setiap atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot yang bersangkutan. Proses ini sama halnya
dengan proses normalisasi. Preferensi untuk alternative Si diberikan sebagai berikut :
Si = 

n
j
wj
ij X
1
dimana :
S : Preferensi alternatif dianologikan sebagai vektor S
X : Nilai kriteria
W : Bobot kriteria/subkriteria
i : Alternatif
j : Kriteria
n : Banyaknya kriteria
dimana j j W 1 .W adalah pangkat bernilai positif untuk atribut keuntungan dan bernilai negatif
untuk atribut biaya.

CONTOH APLIKASI YANG SUDAH DIBUAT:


Berdasarkan gambar captureoutput sistem pendukung keputusan penentuan prioritas produk unggulan
daerah tersebut didapatkan grafik Vektor V dimana produk yang mempunyai nilai tertinggi termasuk
dalam Produk Unggulan Daerah (Produk B) dan yang lainnya disebut produk potensial.
1. Aplikasi metode weighted product dimulai dengan menginputkan kriteria dan subkriteria yang dibagi dalam dua bagian yaitu kriteria yang bernilai keuntungan dan biaya, dan setelah itu
dilanjutkan dengan perhitungan vektor S dan vektor V.
2. Jika nilai kriteria dan subkriteria yang diinputkan sama maka nilai vektor V pada setiap
alternatif mempunyai nilai yang sama juga.
3. Hasil perhitungan Weighted Product yang diterapkan akan menghasilkan keluaran dengan nilai
intensitas tertinggi yang layak disebut Produk Unggulan daerah dan yang lainnya disebut
sebagai produk potensial daerah

BAB III KESIMPULAN

Logika fuzzy sangat berguna dalam pembuatan sistem cerdas, karena dengan menggunakan logika ini kita dapat melakukan proses-proses yang memiliki nilai ganda pada hasil tafsirannya, seperti benar atau tidak, tergantung dari nilai input dan ruang lingkup variable logika fuzzy tersebut, dan penerapannya telah kita nikmati saat ini seperti rem mobil, kontrol kendali mesin cuci, dan kontrol daya listrik AC. Untuk itu bagi para pengembang aplikasi-aplikasi sistem cerdas logika fuzzy patut kita pelajari, setidaknya secara basis dan umumnya, karena logika fuzzy mudah dipelajari, dan bersifat fleksibel, serta bahasanya umum (tidak kompleks).


SUMBER:

http://newbiegameku.blogspot.co.id/2014/03/macam-macam-ai-algoritma-pendukung.html
http://technologies-it.blogspot.co.id/p/blog-page.html
http://informatika.web.id/algoritma-genetika.htm
https://aninsaf.wordpress.com/
https://scholar.google.co.id/scholar?q=Perancangan+Sistem+Pendukung+Keputusan+Penentuan+Prioritas+Produk+Unggulan+Daerah+Menggunakan+Metode+Weighted+Product+%28WP%29%E2%80%9D&btnG=&hl=en&as_sdt=0%2C5

    Blogger news

    Blogroll

    About